Tangga Seribu Manglayang: Wisata Pagi di Cibiru Wetan yang Lebih dari Sekadar Pendakian

Pukul 05.00 pagi di hari Sabtu, Bandung Timur masih gelap dan sepi. Sementara sebagian besar orang masih tidur atau baru saja menutup laptop setelah begadang kami sudah di jalan, menuju Tangga Seribu Manglayang Cibiru Wetan. Satu keinginan sederhana membawa kami ke sini: menjemput matahari dari puncak.
Meski tidak mendapatkan apa yang diinginkan, justru di sanalah cerita yang sesungguhnya dimulai.
Berangkat Sebelum Langit Terang
Kalau kamu sedang mencari wisata pagi Bandung yang tidak jauh dan tidak ramai, Tangga Seribu Manglayang adalah salah satu jawabannya. Lokasinya ada di Bandung Timur wilayah yang sering dilewatkan orang yang biasanya langsung tancap gas ke Lembang atau Ciwidey setiap akhir pekan.
Perjalanan menuju Cibiru Wetan terasa berbeda di pagi buta. Jalanan lengang, lampu jalan masih menyala, dan udara dingin masuk lewat celah kaca yang sedikit terbuka. Kami merasa yakin bisa mendapatkan momen yang sudah direncanakan dari jauh-jauh hari.
Banyak yang bilang tempat ini adalah salah satu spot foto sunrise terbaik di Cibiru Wetan. Kami pun datang dengan harapan yang sama, membayangkan langit yang berubah warna saat kami tiba di atas. Tapi di sepanjang jalan, langit yang semula hitam perlahan berubah jingga tipis muncul di ujung timur, tanpa kami minta, tanpa kami rencanakan.
Salah satu dari kami bergumam, ” sepertinya rencana kita meleset dari perkiraan”
Kami baru tersadar bahwa dari Dome Awi Cibiru Wetan, masih butuh 10 hingga 15 menit lagi menuju pintu masuk. Saat tiba, matahari sudah lebih dulu naik malu-malu bersembunyi di balik awan, seolah tahu kami terlambat.
Tidak apa-apa. Kami sudah jauh-jauh kesini, tidak ada yang sia-sia.
Ratusan Anak Tangga yang Tidak Bisa Dibohongi
Pendakian dimulai pukul 05.50 WIB. Belum ada aktivitas lain di tangga hanya kami, suara sepatu yang beradu dengan anak tangga, dan udara pagi yang mulai menghangat perlahan.
Bagi yang belum pernah pendakian di Tangga Seribu Manglayang tergolong tempat pendakian yang cocok untuk pemula yang tidak terbiasa hiking sekalipun. Jarak tempuh pendakian Tangga Seribu Mangalayang ini sebenarnya tergolong singkat; dari pintu masuk ke puncak hanya butuh waktu sekitar delapan hingga sepuluh menit saja
Kami mulai menghitung “satu, dua, tiga” dengan suara masih penuh semangat.
Namun di angka ratusan., suara itu mengecil sendiri. Berganti napas yang mulai berat dan langkah yang sedikit melambat. Seseorang di antara kami sempat nyeletuk, “tadi ada warung di bawah ya? Harusnya sarapan dulu.” Kami pura-pura tidak dengar dan terus naik.
Di titik itu, hal yang aneh terjadi. Pikiran yang tadi penuh deadline, grup chat yang belum dibuka, rencana minggu depan pelan-pelan diam. Yang tersisa hanya satu hal: anak tangga berikutnya.
Nama “Tangga Seribu” memang hanya metafora. Jumlah aslinya ratusan. Tapi ratusan itu sudah lebih dari cukup untuk mengosongkan kepala lebih efektif dari liburan mana pun yang pernah kami coba.
Sampai di puncak Tangga Seribu Manglayang
Delapan menit pendakian berakhir di sebuah deck view sederhana. Dan dari sana, pemandangan Bandung terbentang luas diselimuti awan tipis pagi hari, belum tersentuh polusi, masih segar.
Kalau kamu mencari tempat untuk lihat pemandangan Bandung dari ketinggian tanpa harus menempuh perjalanan panjang, titik ini jawabannya. Sebagai bagian dari kawasan wisata alam Bandung Timur, Tangga Seribu Manglayang menawarkan sudut pandang yang tidak banyak orang tahu Kota Bandung dan sebagian wilayah Sumedang terlihat jelas sekaligus dari satu titik.
Kami berdiri cukup lama di sana, lebih lama dari yang direncanakan.
Bukan karena kami fotografer yang mengejar golden hour. Tapi karena pemandangan itu terasa seperti hadiah untuk semua anak tangga yang baru saja kami pijak satu per satu.
Dua Ibu dengan Bakul di Punggung
Saat warung di puncak masih tutup dan perut sudah mulai bersuara, kami melihat dua ibu menaiki tangga sambil membawa bakul besar di punggung masing-masing.
Mereka adalah pemilik warung yang setiap pagi melakukan ini naik sendiri, membawa semua bahan, membuka warung sebelum pengunjung pertama tiba.
“Biasanya tempa ini ramai jam berapa?” tanya salah satu dari kami.
“Biasanya siang sih jam 12an gitu” jawabnya pendek, sambil menggoreng tempe
Tidak lama kemudian, bala-bala, tahu, dan tempe hangat tersaji dan dilettakkan di atas nampan yang berbeda. Uapnya naik tipis di udara pagi yang masih dingin. Kami makan sambil mengobrol ringan tentang desa ini, tentang pengunjung yang datang, tentang hal-hal kecil yang tidak akan pernah ada di brosur wisata mana pun.
Momen itu, lebih dari pemandangan mana pun, adalah yang paling kami ingat dari hari itu.
Turun dengan Sesuatu yang Berbeda
Perjalanan naik dan menikmati puncak Tangga Seribu Manglayang tidak sampai satu jam. Tapi kami turun dengan sesuatu yang berbeda dari sebelum kami naik tadi pagi.
Bukan oleh-oleh atau foto terbaik yang kami kejar.
Di sini kami belajar bahwa hal yang tidak sesuai rencana kadang justru mengantarkan ke hal yang lebih baik. Bahwa keindahan yang paling berkesan selalu butuh sedikit perjuangan dulu untuk sampai ke sana.
Dan bagi kamu warga Bandung, spot olahraga pagi ini ini ada di kota yang kamu tinggali sendiri. Tidak perlu tiket pesawat, tidak perlu izin cuti, hanya butuh sedikit kemauan untuk bangun lebih awal dari biasanya.
Informasi Kunjungan Tangga Seribu Manglayang
Kalau kamu mencari spot sunrise Manglayang Bandung Timur sekaligus tempat olahraga pagi yang tidak jauh dari pusat kota, Tangga Seribu Manglayang adalah jawabannya.
Di sini kamu tidak hanya mendaki tangga. Ada deck view untuk menikmati pemandangan Bandung dari ketinggian, warung yang buka setiap pagi, pendopo, area bermain, maupun toilet.
Bagi kamu yang ingin berlama-lama menikmati suasana alam, tersedia juga area perkemahan. Ini bisa jadi pilihan tempat camping di Bandung Timur yang fasilitasnya sudah cukup lengkap
Kunjungan bisa dilakukan mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Untuk biayanya, cukup siapkan Rp5.000 untuk tiket masuk dan Rp5.000 untuk parkir. Kalau mau camping, tambahkan Rp15.000 saja.
Sebelum berangkat, pastikan fisik sedang fit dan jangan lupa bawa air minum sendiri ya. Kalau kamu masih penasaran dengan destinasi sekitar sini, cek artikel lainnya di sini
