Usaha Printing Baju Cibiru Wetan: Dari Ruang Kecil ke Ribuan Jersey
Dari sebuah ruang produksi sederhana di Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, suara mesin terus terdengar hampir sepanjang hari. Di antara tumpukan kain, kertas transfer, dan layar komputer yang menampilkan berbagai desain, ratusan jersey diproduksi untuk memenuhi pesanan pelanggan dari berbagai daerah.
Siapa sangka, usaha printing baju Cibiru Wetan yang dimulai pada 2012 kini mampu menghasilkan 300 hingga 500 baju dalam sehari. Bahkan, ketika pesanan sedang melonjak, jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu pieces.
Dari Ruang Kecil, Usaha Ini Mulai Tumbuh
Perjalanan usaha printing baju Cibiru Wetan dimulai pada 2012. Seperti banyak UMKM lainnya, perkembangan usaha ini tidak terjadi dalam semalam. Pelanggan datang satu per satu, mulai dari komunitas, sekolah, hingga distro lokal yang membutuhkan mitra produksi.
Dari situlah kepercayaan mulai dibangun. Bukan hanya melalui jumlah pesanan yang berhasil diselesaikan, tetapi juga dari kemampuan menjaga kualitas hasil cetak dan memenuhi permintaan pelanggan.
Kini, usaha tersebut telah berkembang menjadi salah satu UMKM Bandung yang bergerak di bidang produksi pakaian dan melibatkan warga sekitar dalam berbagai tahap pengerjaan.
Mampu Memproduksi hingga 500 Baju per Hari
Dalam kondisi normal, usaha printing baju Cibiru Wetan mampu menghasilkan sekitar 300 hingga 500 baju setiap hari. Pesanan datang dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas olahraga, sekolah, brand lokal, hingga pelanggan luar kota yang menemukan produk mereka melalui Shopee dan TikTok Shop.
Di ruang produksi, setiap pesanan melewati beberapa tahapan. Sebuah jersey tidak langsung muncul dalam bentuk jadi, melainkan dimulai dari desain, pengaturan warna, pencetakan pada kertas transfer, proses press, hingga akhirnya masuk ke tahap penjahitan.
Proses Cetak Jersey Custom, dari Desain hingga Press
Proses dimulai dari desain. Pelanggan bisa membawa desain sendiri atau meminta tim produksi untuk membuatkannya sesuai warna, ukuran, dan model yang diinginkan. Mulai dari kaos komunitas hingga jersey untuk acara tertentu, setiap desain disesuaikan dengan kebutuhan pemesan.
Setelah desain disetujui, file dicetak pada kertas transfer menggunakan pengaturan warna CMYK cyan, magenta, yellow, dan black. Tahap ini menjadi salah satu bagian penting karena perbedaan pengaturan warna dapat memengaruhi hasil akhir pada kain.
Desain kemudian dipindahkan ke permukaan kain melalui proses press menggunakan mesin bersuhu tinggi. Di sinilah ketelitian kembali dibutuhkan.
“Kalau suhunya nggak stabil, warna bisa jadi nggak nempel di kain,” ujar Ipin dan Dodi, dua pekerja yang setiap hari menangani proses press.
Di tengah suara mesin dan suhu ruang produksi yang terus menghangat, proses tersebut berlangsung berulang kali hingga ratusan lembar kain siap memasuki tahap berikutnya.
Dari desain hingga jadi, lihat proses cetak jersey di Cibiru Wetan.
Ketika Pesanan Melonjak hingga 30.000 Pieces
Tantangan terbesar muncul ketika jumlah pesanan meningkat drastis. Menjelang periode tertentu, seperti Ramadan dan pergantian tahun, pesanan bisa melonjak hingga mencapai 30.000 pieces.
Pada kondisi seperti itu, tim harus menambah tenaga kerja dan mengatur produksi secara bergantian agar mesin dapat terus beroperasi.
“Paling nambah enam sampai delapan orang, orang cabutan. Kalau pesanan banyak, produksi bisa jalan terus sampai 24 jam, gantian kerjanya,” tutur Ega sembari tetap sibuk mengerjakan desain pesanan pelanggan.
Lonjakan pesanan tentu menjadi peluang bagi usaha. Namun, di saat yang sama, kondisi tersebut juga membawa tantangan baru dalam mengatur waktu produksi, tenaga kerja, dan kualitas hasil cetak agar tetap konsisten.
Usaha Printing Baju Cibiru Wetan Buka Peluang bagi Warga
Perkembangan usaha ini tidak hanya terlihat dari jumlah jersey yang diproduksi. Warga Desa Cibiru Wetan juga ikut terlibat dalam berbagai tahap produksi, mulai dari desain, printing, hingga press.
Ketika pesanan meningkat, tambahan tenaga kerja dibutuhkan. Artinya, perkembangan usaha turut membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Beberapa distro lokal juga telah menjalin kerja sama dan menjadikan usaha ini sebagai mitra produksi untuk berbagai lini pakaian, baik untuk anak-anak maupun dewasa.
Dari ruang produksi sederhana di sebuah desa, ratusan hingga ribuan jersey kemudian dikirim dan digunakan oleh pelanggan dari berbagai daerah. Perjalanan ini menunjukkan bahwa UMKM desa tidak harus tumbuh jauh dari tempat asalnya untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Belajar Langsung Proses Produksi di Desa Wisata Edukasi Cibiru Wetan
Bagi kamu yang penasaran dengan proses di balik pembuatan sebuah jersey, usaha printing ini juga menjadi salah satu potensi yang bisa dikenali lebih dekat saat berkunjung ke Desa Wisata Edukasi Cibiru Wetan.
Di sini, pengunjung dapat melihat bagaimana sebuah desain di layar komputer melewati proses panjang hingga akhirnya berubah menjadi pakaian yang siap digunakan. Bukan sekadar melihat hasil akhirnya, tetapi juga mengenal orang-orang, keterampilan, dan ketelitian yang bekerja di balik setiap produk.
Dari ruang produksi di Cibiru Wetan, ada satu hal yang bisa dipelajari: sebuah usaha tidak selalu harus dimulai dari tempat besar untuk bisa menjangkau pasar yang luas. Terkadang, semuanya tumbuh dari ruang sederhana, proses yang terus diperbaiki, dan kepercayaan yang dibangun satu pesanan demi satu pesanan.

